BNN Babel Kembali Mendapatkan Tangkapan Besar

0
254

RedBabel, Pangkalpinang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi kepulauan Bangka belitung menggelar konfrensi pers terkait dengan pengamanan pengiriman narkotika jenis sabu-sabu sebanyak kurang Lebih 6 (enam) kilogram dari dua Lokasi yang berbeda beberapa waktu yang lalu.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya pihak dari Polda Kep Babel, KSOP, AVSEC, perwakilan Pemprov Kep Babel, pihak Bea Cukai dan camat setempat. Konfrensi pers ini digelar di kantor BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , selasa siang (16/7).

Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Nanang Hadiyanto mengungkapkan ke awak media perihal kronologi pengungkapan pengiriman barang tersebut berkat adanya informasi dan penyidikan dari berbagai pihak yang terkait, sehingga barang haram narkoba jenis sabu-sabu tersebut dapat diamankan dari bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok beberapa waktu yang lalu.

“Pengiriman yang kita amankan dari bandara berasal dari Batam sebanyak 1 kilogram sabu dengan tersangka ET dan MA selaku penerima barang sedangkan di pelabuhan Tanjung Kalian Muntok kita amankan 5 kilogram sabu berasal dari Palembang dengan tersangka W dan R yang merupakan warga Air Mesu, Bangka Tengah,” Kata nanang

Dikatakannya, pengungkapan pengiriman narkoba melalui Bandara Depati Amir Pangkalpinang pihaknya BNNP Babel bekerjasama dengan petugas Avsec Bandara. Sementara pengungkapan di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, pihaknya bekerjasama dengan Ditnarkoba Polda Babel dan Bea Cukai.

“Adapun Pengamanan yang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang ini tepatnya Senin 8 Juli 2019. Barang haram tersebut dibawa oleh pelaku ET dari Batam. Kemudian 2 hari setelah itu tepatnya pada Rabu 10 Juli kita juga berhasil mengamankan 5 kilogram Sabu dari Palembang melalui pelabuhan Tanjung Siapi api menuju ke Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok,” Jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan selain 6 kilogram narkoba jenis Sabu dari dua lokasi berbeda, BNNP Babel juga mengamankan barang bukti lain dari empat tersangka yang diamankan.

Dari tersangka ET, diamankan barang bukti 1 unit Hp Xiomi Redmi 4 Gold, 1 unit Boardingpass, 1 unit Hp Nokia Blank Center warna biru, 5 lembar uang pecahan Rp 100.000, 1 lembar uang pecahan Rp 50.000, 1 lembar uang pecahan Rp 20.000, 2 lembar uang pecahan Rp 5.000.

Sementara barang bukti dari tersangka MA yang diamankan berupa 1 unit Nokia warna Abu-abu biru, 1 unit Hp Xiomi Redmi 5A warna Gold, 1 motor Scoopy hitam putih BN 3255 RC, dan 1 pack plastik strip bening.

Selanjutnya, barang bukti dari saudara W diamankan 1 unit Hp Vivo Y71 warna Gold, 1 unit Hp Oppo f5 warna hitam, 1 buah tas punggung warna coklat, 2 tiket kapal tujuan Tj Siapi-api menuju Tj Kalian Muntok, 1 lembar uang pecahan Rp 100.000, 1 lembar uang pecahan Rp 50.000, 2 lembar uang pecahan Rp 5.000, 2 lembar uang pecahan Rp 2.000, 1 unit motor Yamaha Aerox 155 dengan Nopol BG 5290 JAS, berserta STNK dan BPKP atas nama Dedi Fadli dan 1 lembar kwitansi pembayaran jual beli motor Aerox 155 dengan Nopol BG 5290 JAS dari Watanabe kepada Dedi Fadli tanggal 10 Juli 2019.

Sedangkan dari saudara R diamankan barang bukti non narkoba berupa 1 unit Hp lipat merk Samsung GT-E1272 warna putih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap empat tersangka dan barang bukti sabu yang diamankan saat penangkapan, para tersangka dijerat hukum dengan Primer Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35/2009, Subsider Pasal 112 ayat (2) UU 35/2009.

Ancaman hukuman sesuai UU tersebut para tersangka bisa dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (*RN/Ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.