Bersama SMSI dan AITI Babel, PT. Rajawali Prima Perkasa Beri Bantuan Kepada Ponpes Tahfidz Muhamat Guntur

0
89
Mewakili PT. Rajawali Prima Perkasa, Ismiryadi (Memegang Mic) Menyerahkan Bantuan Secara Simbolis Kepada Ustadz Guntur Pengasuh Ponpes Tahfidz Muhamat Guntur

RedBabel-BASEL – Musibah kebakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Guntur Pekalen Batu di Desa Ranggung, Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu masih menyisakan kenangan pahit bagi para santri.

Kebakaran yang terjadi pada 6 Juni 2021, sekitar pukul 03.00 WIB diduga akibat korsleting listrik ini membuat semua pihak terketuk hatinya untuk membantu. Bantuan demi bantuan pun terus mengalir ke Ponpes sejak saat berita musibah kebakaran tersebar luas di media sosial.

Kali ini bantuan datang dari salah satu perusahaan pengolahan biji timah yang berdomisili di wilayah Kabupaten Bangka Selatan, PT. Rajawali Rimba Perkasa (RPP).

Dengan menggandeng Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (SMSI Kep. Babel) Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI), Babelpos dan Rakyat Pos, PT. RRP memberikan uang tunai dan barang kebutuhan Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Batu Pekalen Ranggung ini senilai Rp. 50.000.000.

“Ini musibah bagi kita bersama, dan menjadi tanggung jawab kita untuk membangun kembali semangat juang ustadz serta santri-santri di sini. Kami (SMSI Babel) merasa bahagia diajak oleh PT. RRP dan AITI menjadi bagian dari giat kebaikan ini, besar harapan kami dengan melalui pemberitaan dari media-media yang berada di bawah naungan SMSI Babel, akan semakin banyak bantuan yang diberikan untuk Ponpes ini”. ujar Vito Ketua SMSI Kep. Babel.

Ismiryadi ketua AITI Babel yang ikut bersama rombongan mewakili PT. RRP mengaku gembira atas dukungan dari berbagai pihak, sehingga giat dalam memberikan bantuan ini dapat terealisasikan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana, didukung oleh berbagai pihak, hari ini kami dapat berkumpul bersama para santri penghafal al quran di Ponpes ini, semoga akan ada tangan-tangan kebaikan lain yang bersedia membantu”, ujar pria yang akrab disapa Dodot ini.

Rombongan Saat Bercengkrama Dengan Para Santri Ponpes Tahfidz Muhamat Guntur di Aula Sekaligus Masjid yang Sangat Sederhana

“Dan tanpa ada janji sebelum, dengan izin Allah kami berbarengan dengan ikatan alumni Pendidikan Guru Agama (PGA) datang ke sini”. tambahnya.

Dengan diiringi lantunan kalam illahi dari hafalan para santri bantuan diserahkan dan diterima secara langsung oleh ustadz Muhamat Guntur selaku pengasuh sekaligus pendiri pondok pesantren.

Ahmadi Sofyan salah satu Dewan Penasehat SMSI Babel yang juga sebagai pendamping ustadz Guntur mengungkapkan kesedihannya setiap hari Jumat. Guna menunaikan ibadah sholat Jumat para santri harus menempuh jarak 9 KM dan dengan angkutan yang terbatas.

“Hampir setiap hari Jumat dalan satu sepeda motor kami membawa enam orang santri untuk menunaikan ibadah sholat Jumat di Desa Ranggung”, ujar pria yang akrab disapa Atok Kulop ini sambil meneteskan air mata.

Mendengar hal itu, Dodot langsung menanggapi dan mengatakan bahwa ia akan berupaya memberikan bantuan mobil pick up untuk pesantren secepatnya, kemudian disambut dengan kalimat takbir oleh para santri.

Melalui inisiatifnya pula, ke depan akan difasilitasi general check up kesehatan bagi para santri oleh dokter. Beliau akan mencari dokter yang bersedia menjadi relawan untuk memperhatikan kesehatan anak-anak di sini.

Sementara ustadz Guntur dalam sambutannya tak henti-hentinya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya, atas apa yang dilakukan oleh rombongan.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sudah datang dan memberikan bantuan pada kami, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua”. harap pria yang awal kedatangannya ke dusun Pekalen ini menjadi penyuluh agama.

Lokasi pesantren yang cukup terpencil dan terletak di tengah hutan, dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, namun tidak menyurutkan semangat para santri untuk belajar dan menghafal Alquran, meski masih menyisakan puing-puing sisa kebakaran namun raut wajah semangat dan keceriaan para santri masih terpancarkan.

Biarkan apa yang terjadi menjadi bagian dari ukiran perjuangan, jangan pernah menyerah, karena akan selalu ada tangan Tuhan yang membantu niat dan perjuangan suci kalian, tetap semangat dan tetap istiqomah dalam menggapai ilmu agama. Yakinlah kita bisa ! (Ab-RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.