Bandara Depati Amir Tingkatkan Fasilitas dan Pelayanan Secara Berkelanjutan

0
270
Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

RedBabel-PANGKALPINANG –- Bandara Depati Amir secara berkelanjutan meningkatkan fasilitas dan pelayanan guna konsisten memastikan pengguna jasa dapat melakukan perjalanan udara dengan aman dan nyaman.

“Selaku operator bandara, AP II berkewajiban untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa. Peningkatan layanan dan fasilitas di Bandara Depati Amir dilakukan secara berkelanjutan agar pengguna jasa dapat melakukan perjalanan udara dengan aman dan nyaman, serta merasakan seamless journey experience,” ujar Executive General Manager Bandara Depati Amir Mohamad Adiwiyatno.

Mohamad Adiwiyatno menambahkan, Selain memastikan layanan bandara yang berkualitas untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang pesawat, pengembangan fasilitas dan layanan juga untuk meningkatkan daya saing Bandara Depati Amir di tingkat global.

Adapun peningkatan layanan dan fasilitas yang telah dilakukan di Bandara Depati Amir dilakukan AP II sejak peralihan pengelolaan bandara dari UPT Kementerian Perhubungan ke AP II pada tahun 2007.

Dalam rangka peningkatan pelayanan, terminal penumpang diperluas dari 3.600 meter persegi menjadi 12.170 meter persegi, dan sedang dilakukan pengembangan terminal menjadi 37.915 meter persegi berikut pengembangan apron dan area parkir kendaraan baik roda empat, roda dua dan pengendapan taksi.

Di Bandara Depati Amir juga dibangun TOC, penambahan X-Ray kabin dan bagasi untuk mendukung aspek operasional dan keamanan.

Bandara Depati Amir juga melakukan peningkatan fasilitas pelayanan diantaranya penyediaan kursi free charging di ruang tunggu keberangkatan, penyediaan baby trolley dan fasilitas smart airport.

“Biosafety & biosecurity management pun diterapkan di Bandara Depati Amir secara konsisten melalui penyediaan pelayanan, sistem, peralatan dan prosedur guna mendukung protokol kesehatan di tengah pandemi,” ujar Mohamad Adiwiyatno.

Saat ini rencana pengembangan terminal dilakukan sehingga nantinya dapat meningkatkan kapasitas penumpang sebesar 2 juta penumpang/tahun dari kapasitas eksisting 1,5 juta penumpang/tahun.

Seiring dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan, Bandara Depati Amir berhasil meraih sejumlah penghargaan nasional dan global. 

Pada 2018, penghargaan yang diterima adalah Penilaian Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi dengan Predikat “Prima Madya” dari Menteri Perhubungan; Runner Up Best Airport 2018 versi Majalah Bandara; Penghargaan ASQ Awards dari Airport Council International (ACI) untuk kategori bandara di bawah 2 juta penumpang (Asia Pasifik) yakni: Best Environment & Ambience by Size, Best Infrastructure & Facility by Size, Best Customer Service, Best Airport by Size & Region

Kemudian penghargaan pada 2019 adalah Bandara terbaik kedua dari seluruh bandara AP II; Bandara terbaik ketiga dari 100 Bandara peserta Bandara Award di Indonesia; lalu penghargaan global yakni ASQ Awards dari Airport Council International (ACI): Best Environment & Ambience by Size (under 2 Million passengers); Best Infrastructure & Facility by Size (under 2 Million passengers); Best Customer Service by Size (under 2 Million passengers); Best Airport by Size & Region (under 2 Million passengers in Asia Pasific).

Sementara pada 2020 penghargaan yang diterima adalah ASQ Award 2020 dari Airport Council International (ACI) untuk kategori Best Hygines Airport By Region (Asia-Pasific)

Pada 2021, penghargaan mencakup ASQ Awards dari Airport Council International (ACI) untuk kategori Best Hygines Airport By Region (Asia-Pasific) dan Penghargaan dari Gubernur Prov. Kep. Bangka Belitung atas Partisipasi dan peran aktif dalam percepatan penanganan Covid-19 di Prov. Kep. Bangka Belitung.

“Berkat peningkatan fasilitas dan pelayanan yang dilakukan secara berkala, Bandara Depati Amir dapat tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa dalam setiap kondisi termasuk di tengah pandemi, sehingga mampu meraih sejumlah penghargaan global dan nasional,” ujar Mohamad Adiwiyatno.

Lebih lanjut, Mohamad Adiwiyatno menuturkan mulai 1 November 2022 akan dilakukan penyesuaian tarif PJP2U (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara) untuk penerbangan domestik di Bandara Depati Amir.

Adapun tarif PJP2U yang berlaku saat ini yakni Rp40.909 per penumpang (belum termasuk PPN) adalah tarif yang ditetapkan sejak 2018. Dengan kata lain, tarif PJP2U tersebut belum disesuaikan sejak 4 tahun silam, termasuk ketika di tengah pandemi tidak mengalami penyesuaian. Sejalan dengan adanya penyesuaian, mulai 1 November 2022 tarif PJP2U yang ditetapkan adalah Rp72.072 per penumpang (belum termasuk PPN).

Sosialisasi penyesuaian PJP2U sendiri telah dilakukan AP II bersama dengan YLKI dan maskapai.

“Setelah 4 tahun diberlakukan, tarif PJP2U akan disesuaikan mulai 1 November 2022 sejalan dengan disetujuinya usulan penyesuaian dengan melihat pertimbangan peningkatan fasilitas dan layanan yang telah dijalankan di Bandara Depati Amir,” ujar Mohamad Adiwiyatno.

Penumpang pesawat tidak perlu membayarkan tarif PJP2U di bandara, karena sudah menjadi bagian dari harga tiket penerbangan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan seluruh masyarakat di wilayah provinsi kepulauan Bangka Belitung dan pengguna jasa sehingga kami akan senantiasa menjaga komitmen dalam memberikan layanan terbaik yang didukung dengan peningkatan fasilitas bandara,” ujar Mohamad Adiwiyatno.(RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.