Babel Satu Dari 5 Provinsi Dengan Inflasi Tertinggi : Pemuda Babel Angkat Bicara!

0
87
Foto : ilustrasi Google

RedBabel-PANGKALPINANG — Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang dianugerahi oleh Tuhan dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Namun sepertinya hal tersebut tidak selaras dengan fakta dilapangan yang mencatat Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi dengan angka inflasi tertinggi di Indonesia.

Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan bahwa Bangka Belitung (Babel) termasuk dalam daftar 5 provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi yaitu 7,77% pada Rakornas Pengendalian Inflasi 2022 di Istana Merdeka pada Kamis, (18/8/2022) lalu. Hal ini mendapat sejumlah komentar dari kalangan pemuda salah satunya Ikatan Pemuda Serumpun Sebalai (IPASS).

Ketua IPASS Wisnu Sanjaya menegaskan bahwa hal tersebut sesuatu yang memalukan bagi Babel dan harus ada evaluasi pada kebijakan yang diambil oleh Pj Gubernur Babet saat ini.

“Harus ada evaluasi ! karena jelas itu memalukan. Pasalnya, inflasi Babel pada triwulan IV 2021 kemarin masih di angka 3,75% (yoy) menurut Laporan Perekonomian Babel Februari 2022. Tahun lalu Babel juga sebagai provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonominya paling tinggi se-Sumatera sebesar 5,05%”, tegas Wisnu.

Wisnu menyebutkan peningkatan inflasi ini sudah bisa dibaca sebelumnya mengingat kondisi lapangan mencatat banyaknya harga kebutuhan pokok yang terus naik.

“Sudah terbaca dan sangat wajar mengingat realita di lapangan banyak harga barang pokok seperti cabai, daging, dll yang melonjak naik selama beberapa bulan terakhir”,

Menurut Wisnu, PJ Gubernur seharusnya fokus mengambil kebijakan yang dapat memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat alih-alih terlalu sibuk mengurusi tambang ilegal yang sampai ini dinilai masih berorientasi pada penindakan.

“PJ Gubernur baru melakukan penindakan terhadap tambang ilegal. Belum ada kebijakan yang real untuk hilirisasi tambang timah seperti diamanahkan oleh Pak Presiden. Maka PJ Gubernur perlu mencontoh pola-pola yang diterapkan oleh kepemimpinan sebelumnya dalam menjaga perekonomian masyarakat agar terus tumbuh dan stabil”, sebut Wisnu.

Wisnu menambahkan PJ Gubernur harus segera mengambil langkah nyata untuk menekan laju inflasi yang berpotensi akan membuat biaya hidup standar lebih tinggi serta menurunkan daya beli masyarakat apabila tidak ditanggapi secara serius.

“Meskipun masih tergolong inflasi ringan, Pj Gubernur beserta jajarannya harus mencari solusi agar inflasi dapat terkendali salah satunya dengan menjaga dan meningkatkan produktivitas, memastikan ketersediaan pasokan tercukupi serta kelancaran pendistribusian komoditas pangan”, tambah Wisnu.

Selain itu, Wisnu mengatakan bahwa kemungkinan besar angka inflasi di Babel akan diperparah dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan diumumkan sebentar lagi.

“Beban akan semakin berat jika kenaikan harga BBM bersubsidi ditetapkan. PJ Gubernur beserta jajaran harus bekerja lebih ekstra jika tidak ingin masyarakat kecewa terhadap kepemimpinan beliau pasalnya beliau dipilih untuk menyelesaikan persoalan yang belum selesai hingga terpilihnya pemimpin Babel yang baru pada Pemilu Serentak 2024 mendatang”, tutup Wisnu.(*RB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.