RedBabel–BANGKA —Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Bangka Belitung (UBB) di tingkat internasional. Fitri Sil Valen, Dosen Program Studi Akuakultur UBB, tercatat dalam Top 2% Scientists dunia tahun 2026 pada bidang Agriculture, Fisheries & Forestry, khususnya subbidang Fisheries.
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kiprah ilmiah Fitri dalam penelitian biodiversitas ikan air tawar, khususnya ikan lokal dan endemik Bangka Belitung, genetika molekuler, DNA barcoding, ekologi, filogenetik, serta konservasi.
Berdasarkan sertifikat Top 2% Scientists 2026, Fitri tercatat dengan Global Rank 910.728, Global Rank in the Subfield Fisheries 3.393, H-index 12, dan Hm-index 5. Ia juga tercatat pada kategori “Top 2% Listed Year(s): 2026 – Single Year Data.”
Pemeringkatan tersebut merujuk pada basis data Updated science-wide author databases of standardized citation indicators yang dikembangkan oleh tim Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository. Basis data tersebut menggunakan data Scopus dan mengelompokkan peneliti berdasarkan bidang dan subbidang keilmuan.
Untuk kategori single recent year, penilaian merefleksikan dampak sitasi pada tahun kalender 2025 dengan menggunakan sejumlah indikator bibliometrik, antara lain jumlah sitasi, H-index, co-authorship-adjusted hm-index, posisi kepengarangan, serta composite citation indicator atau c-score.
Meneliti Ikan-Ikan Kecil yang Sering Luput dari Perhatian
Bagi Fitri, pencapaian tersebut menjadi buah dari proses panjang dalam menekuni penelitian biodiversitas ikan air tawar, terutama ikan lokal dan endemik Bangka Belitung.
“Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur dan bahagia. Selama ini saya berusaha menekuni bidang riset saya di bidang biodiversitas ikan air tawar, terutama ikan lokal dan ikan endemik Bangka Belitung, dan mempelajari genetiknya. Rasanya menyenangkan ketika sesuatu yang kita kerjakan dengan sepenuh hati ternyata mendapat apresiasi,” ujar Fitri.
Ketertarikannya terhadap biodiversitas ikan membawanya meneliti berbagai spesies ikan air tawar, mulai dari identifikasi spesies, genetika molekuler, hingga aspek konservasi. Salah satu fokus yang menjadi perhatian Fitri adalah ikan-ikan kecil penghuni rawa gambut yang kerap luput dari perhatian, termasuk spesies endemik yang hanya ditemukan di wilayah Bangka Belitung.
Menurutnya, sejumlah spesies tersebut memiliki kondisi yang memprihatinkan karena langka dan menghadapi ancaman kepunahan.
“Saya punya ketertarikan khusus pada ikan-ikan kecil penghuni rawa gambut yang sering luput dari perhatian, terutama ikan endemiknya yang hanya ada di Pulau Bangka Belitung, padahal beberapa di antaranya sangat langka dan terancam punah,” jelasnya.

Dari Wild Betta hingga Paedocypris di Pulau Bangka
Sejumlah penelitian yang dilakukan Fitri memiliki keterkaitan erat dengan kekayaan biodiversitas perairan Bangka Belitung. Beberapa penelitian yang paling berkesan baginya antara lain penelitian mengenai Wild Betta, Parosphromenus deissneri, serta temuan Paedocypris di Pulau Bangka.
Paedocypris merupakan kelompok ikan yang dikenal sebagai salah satu ikan terkecil di dunia. Keberadaannya di Pulau Bangka menjadi salah satu gambaran bahwa ekosistem perairan kecil, termasuk rawa gambut, menyimpan kekayaan biodiversitas yang memiliki nilai ilmiah tinggi.
Beberapa spesies yang ditelitinya juga telah masuk dalam IUCN Red List of Threatened Species dengan status yang menunjukkan adanya risiko terhadap kelangsungan populasinya.
“Bagi saya, temuan ini sangat berarti karena menunjukkan bahwa rawa-rawa kecil Pulau Bangka Belitung menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Saya berharap penelitian kami tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga membantu menjaga spesies-spesies tersebut agar tidak hilang dari habitat alaminya,” ungkap Fitri.
Menghubungkan Genetika, Biodiversitas, dan Konservasi
Fitri menjelaskan, Indonesia memiliki keanekaragaman ikan air tawar yang sangat tinggi. Namun, kekayaan tersebut juga diikuti dengan ancaman terhadap keberlangsungan sejumlah spesies, terutama ikan asli dan endemik yang belum banyak mendapatkan perhatian.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memilih menekuni penelitian biodiversitas ikan air tawar Indonesia, khususnya ikan lokal dan endemik Bangka Belitung.
Melalui kajian genetika dan pendekatan molekuler, penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai identitas, keragaman, serta hubungan genetik berbagai spesies ikan. Penelitian tersebut juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan tim Program Studi Akuakultur UBB, khususnya dalam upaya pengembangbiakan ikan air tawar yang terancam punah untuk mendukung tujuan konservasi dan perlindungan.
“Saya memulai karier penelitian saya dengan menjadi peneliti di bidang biodiversitas ikan air tawar Indonesia, khususnya ikan lokal dan endemik Bangka Belitung, melakukan kajian terhadap genetiknya dan berkolaborasi dengan tim dari Prodi Akuakultur untuk melakukan perkembangbiakan ikan air tawar yang terancam punah untuk tujuan konservasi dan perlindungan,” tuturnya.
Dari Kampus di Daerah untuk Penelitian yang Diakui Dunia
Bagi Fitri, capaian sebagai Top 2% Scientists bukan sekadar pencapaian pribadi. Prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan menghasilkan karya ilmiah sekaligus membawa nama UBB ke tingkat internasional.
“Bagi saya pribadi, ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya. Saya juga senang bisa membawa nama UBB. Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat bahwa dari kampus di daerah pun kita bisa menghasilkan penelitian yang diakui dunia,” katanya.
Penelitian yang dilakukan Fitri juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Bangka Belitung, terutama dalam mengenali dan melindungi kekayaan biodiversitas perairan daerah.
“Saya berharap penelitian ini bisa membantu kita mengenali kekayaan ikan air tawar Bangka Belitung sekaligus menjadi dasar untuk melindungi spesies dan habitatnya. Saya ingin generasi mendatang masih bisa melihat ikan-ikan tersebut hidup di alam, bukan hanya mengenalnya melalui foto atau buku,” ujarnya.
Kembangkan Genetika dan Akuakultur Konservasi
Ke depan, Fitri berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian di bidang genetika, pemodelan distribusi spesies, dan akuakultur konservasi, khususnya bagi ikan-ikan yang terancam punah di Bangka Belitung.
Ia juga berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk bersama dosen-dosen bidang reproduksi di Program Studi Akuakultur UBB dalam upaya pengembangbiakan dan restocking ikan untuk membantu menjaga keberlangsungan populasinya di alam.
Capaian Fitri Sil Valen menjadi bagian dari upaya UBB dalam memperkuat budaya riset dan meningkatkan kontribusi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar capaian bibliometrik, perjalanan penelitiannya memperlihatkan bagaimana kekayaan biodiversitas lokal Bangka Belitung dapat menjadi sumber pengetahuan yang bernilai bagi dunia. Dari ikan-ikan kecil di rawa gambut Bangka Belitung, lahir penelitian yang membawa nama UBB ke panggung ilmiah dunia. (*HumasUBB/RB)








