![]()
RedBabel–PANGKALPINANG —Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan Rapat Konsolidasi Usulan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 dan 2027 yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Pangkalpinang, Budiyanto.
Rapat dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pangkalpinang Bartholomeus Suharto, serta para camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang ini digelar secara daring di Ruang Rapat Sekda Kota Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026).

Dalam arahannya, Budiyanto menegaskan bahwa program BSPS merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masih menempati rumah tidak layak huni.
“Program ini sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Budiyanto mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Kota Pangkalpinang, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) masih mencapai lebih dari 2.900 unit. Karena itu, alokasi sebanyak 300 unit rumah melalui program BSPS tahun 2026 menjadi peluang besar untuk mempercepat penanganan permasalahan tersebut.
“Jika alokasi 300 unit rumah yang direncanakan pada tahun 2026 dapat direalisasikan, maka lebih dari 10 persen permasalahan rumah tidak layak huni di Kota Pangkalpinang dapat mulai tertangani. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa program BSPS tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan akses hunian yang layak, sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Perbaikan rumah dilakukan berdasarkan komponen kelayakan hunian yang meliputi kondisi lantai, dinding, struktur atap, fondasi, kolom, sloof, ring balok, akses air minum, akses sanitasi, pencahayaan dan penghawaan, serta kecukupan luas bangunan.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 berbagai program perbaikan rumah telah berhasil mengintervensi sebanyak 61 unit rumah di Kota Pangkalpinang, yang terdiri dari 5 unit melalui APBD Kota Pangkalpinang, 6 unit melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dan 50 unit melalui program BSPS. (Ab/RB)








